Alhamdulillah Aktivis Kristen Magelang Memeluk Islam – kahfi


Alhamdulillah Aktivis Kristen Magelang Memel

Kahfi.net – Aktivis Gereja Kristen Magelang bernama Agung Priyo Nugroho akhirnya memutuskan diri untuk meninggalkan keyakinan lamanya dan memeluk agama Islam.

Dengan mengenakan pakaian taqwa berwarna krem dan memakai kopyah hitam,  Mas Agung, demikian sapaan akrabnya  mengikrarkan kalimat syahadat dengan dibimbing oleh Tim Mualaf Centre Magelang pada hari selasa, 26 Januari 2016.

Proses masuk Islamnya Mas Agung 100% atas kemauanya sendiri tanpa paksaan atau intimidasi dari pihak manapun. Semoga Allah memberikan ke Istiqomahan kepada Mas Agung dalam jalan Islam, aamiin.

Pompei: Potret Kelam Kota Maksiat

Pompei: Potret Kelam Kota Maksiat
Pompei, Italia (Sumber: www.express.co.uk)

kahfi.net – Italia tidak cuma menarik karena sepakbola atau Menara Pisa-nya. Negeri yang satu ini nyatanya juga memiliki potret kelam dari sebuah kota yang bernama Pompei. Kota Pompei diyakini merupakan kota maksiat yang pernah mendapat azab berupa letusan Gunung Vesuvius hingga akhirnya ludes terkubur dalam rentang waktu 1.700 tahun. Reruntuhan kota ini pada akhirnya diketemukan di Kota Naples, Italia setelah para ahli arkeolog melaksanakan penggalian & penelitian.

Histori kelam Kota Pompei tak sedikit dihubung-hubungkan dgn kisah kehancuran yang dialami kaum Nabi Luth AS di Kota Sodom. Disebutkan dalam Al Quran, kaum Nabi Luth AS mendapat adzab Allah SWT atas tindakan maksiat mereka yang melampaui batas. Mereka akhirnya ‘dijungkirbalikkan’, dihujani batu belerang panas dengan bertubi-tubi, hingga berbagai adzab mengerikan yang lain. Sampai akhirnya Kota Sodom habis terkubur.

Kejadian serupa kembali terjadi pada warga Kota Pompei. Catatan sejarah mengungkapkan, Kota Pompei adalah lambang kemerosotan moral di zaman Kekaisaran Romawi. Di Kota ini marak berlangsung tindakan menyimpang sebagaimana terjadi dimasa Nabi Luth AS.

Bukan cuma itu, pelacuran pun ramai di Kota Pompei. Sampai-sampai tidak terhitung lagi jumlah rumah bordil yang ada di sana. Tiruan kelamin digantungkan di depan pintu-pintu hunian rumah bordil.

Menurut tradisi dan kepercayaan penduduk Pompei, organ seksual & perzinahan tak semestinya disembunyikan, melainkan mesti dipertontonkan dengan cara terang-terangan.

Hasilnya? letusan Gunung Vesuvius menghancurleburkan Kota Pompei. Tidak satupun warganya dapat melarikan diri. Lahar panas membanjiri & membumihanguskan seluruh wujud kehidupan di sana.

Kejadian itu pada prosesnya membuat Kota Pompei terkubur oleh lahar dan debu hingga ribuan tahun lamanya. Sampai akhirnya para arkeolog menemukan reruntuhan kota itu di kedalaman 3 meter di bawah tanah.

Ketika ditemukan, tidak sedikit kerangka mayat bergelimpangan di berbagai sudut. Mayat-mayat tersebut diketemukan sedang dalam posisi berzina, baik dgn lawan lawan jenis ataupun sejenisnya.

Jejak Kota Sodom di Pesisir Laut Mati

Jejak Kota Sodom di Pesisir Laut Mati
Laut Mati, Yordania (Sumber: muftah.org)

kahfi.net – Umat Islam pasti pernah membaca ataupun mendengar kisah tentang kehancuran kaum Nabi Luth AS di Kota Sodom. Warga Kota Sodom kala itu terkenal akan perzinahan & penyimpangan seksualnya. Lantaran itu Allah SWT mendatangkan azab berupa kehancuran lewat peristiwa gempa bumi maha dahsyat.

Kisah ini jelas-jelas terkisahkan dalam Al Quran Surah Huud ayat 82. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” Dalam ayat tersebut disebutkan, Allah SWT ‘menjungkirbalikkan’ Kota Sodom sampai luluh lantah tak bersisa.

Walaupun sudah lenyap berabad-abad yang dulu, jejak Kota Sodom nyatanya masih bisa ditelusuri. Menurut penelitian arkeologis, Kota Sodom terletak di pinggir Laut Mati (dulu Danau Luth). Kota ini memanjang hingga di antara perbatasan Israel-Yordania saat ini.

Temuan arkeolog ini juga diperkuat oleh penelitian geolog asal Inggris yang bernama Graham Harris. Graham & timnya menyimpulkan bahwa Sodom dibangun di pesisir Laut Mati & penduduknya berdagang aspal yg terdapat di wilayah tersebut. Daerah pemukiman penduduk Sodom berupa dataran yang gampang diguncang gempa.

Di samping memperoleh kebenaran Kota Sodom yakni zona gempa bumi, sewaktu penggalian tim geolog menemukan tidak sedikit lapisan lahar & batu basal, fakta sempat terjadinya letusan gunung berapi serta gempa bumi dahsyat yang pernah meliputi pesisir Laut Mati.

Sementara itu peneliti lain asal Jerman, Werner Keller, mengungkap hasil temuan yg lebih rinci. Penelitian Werner membuahkan kebenaran bahwa Kota Sodom dahulunya terletak di wilayah yang sekarang bernama Lembah Siddim. Sedangkan gempa bumi dahsyat yg mengancurkan kaum Sodom diperkirakan dulunya berlangsung dari pinggir Gunung Taurus. Dulu memanjang ke pantai selatan Laut Mati kemudian berlanjut melintasi Gurun Arabia ke Teluk Aqaba melewati Laut Merah sampai mengguncang Afrika.

Werner menduga waktu itu Lembah Siddim (Kota Sodom) terjerumus ke dalam jurang yang amat sangat dalam akibat guncangan gempa yg cukup hebat. Dia juga memperkirakan bahwa gempa tersebut diiringi letusan, petir, keluarnya gas alam juga disertai munculnya lautan api yg dahsyat.

Serangkaian penemuan arkeologis dan penelitian ilmiah itu membuktikan bahwa kaum Luth memang benar pernah hidup di masa itu dan demikianlah kebenaran Al Qur’an.