Baznas Kembangkan ATM Beras

0 129


Republika/Mahmud Muhyidin

Petugas mengambil beras dari mesin ATM beras di Kompleks Masjid Salman, Jl Ganesha, Kota Bandung. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berinovasi memudahkan layanan bagi masyarakat miskin lewat Anjungan Terima Mandiri (ATM) beras. Masyarakat yang telah diverifikasi, bisa mengambil beras cuma-cuma memakai kartu peserta seperti mengambil uang di ATM.
 
Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, program ini merupakan inovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat miskin. Bahkan, mesin yang digunakan di ATM beras merupakan karya anak bangsa, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Baznas berkomitmen mengadopsi sebanyak mungkin gagasan layanan dari masyarakat untuk membantu masyarakat kurang mampu," kata Bambang saat meluncurkan Program ATM beras di Gedung Arthaloka, Selasa (17/1).

Melalui mesin ATM Beras yang baru saja diluncurkan Baznas, masyarakat miskin diharapkan akan lebih mudah mendapatkan bantuan beras dari titik-titik lokasi ATM beras. Peluncuran ATM beras itu sendiri diselenggarakan dalam rangkaian Milad Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ke-16.

Saat peluncuran, mesin yang digunakan merupakan prototype dari mesin ATM beras yang akan segera dipasang di 10 titik di Jabotabek, salah satunya yang ada di Kantor Baznas Kebon Sirih. Selain itu,  sembilan mesin ATM beras yang lain akan ditempatkan di masjid-masjid yang bekerja sama dengan Baznas.

Tiap unit ATM beras memiliki kapasitas penampungan beras sebanyak 230 liter, yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 120 kepala keluarga (KK) yang telah terverifikasi. Sedangkan, setiap unit ATM beras akan diisi ulang oleh Baznas setidaknya sebanyak delapan kali dalam satu bulan ATM Beras dioperasikan.

Program ini, lanjut Bambang, diadakan karena jumlah kemiskinan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2016 telah mencapai 28,01 juta jiwa. Indonesia pun masuk negara dengan tingkat kelaparan serius di dunia, yang miliki nilai Indeks Kelaparan Global (Global Hunger index/GHI) sebesar 21,9 (International Food Policy Reasearch Institute, 2016).

"Isu pangan ini menjadi penting saat ini, Bappenas menyampaikan kasus gizi buruk mencapai 30 persen dari jumlah anak di negeri ini," ujar Bambang.

Selain itu, angka inflasi di awal Januari 2017 mencapapersen, mendekati batas maksimum yang dijaga Bank Indonesia (BI) sebesar lima persen (Lembaga Penjamin Simpanan, 2017). Menurut Bambang, program ATM Beras sesuai dengan dukungan Baznas untuk menghapus kekurangan pangan bagi masyarakat miskin.

Category: ZISWaf
No Response

Leave a reply "Baznas Kembangkan ATM Beras"