BTN Tunggu Strategi Pengembangan Holding Bank Syariah

0 4881


Republika/Agung Supriyanto

Karyawan melayani nasabah di Banking Hall Bank BTN Syariah, Jakarta, Jumat (27/5). (Republika/ Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) menilai diperlukan pembentukan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) syariah untuk mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Salah satu bank BUMN yang dinilai cocok untuk menjadi bank syariah adalah Bank Tabungan Negara (BTN) karena memiliki produk kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, BTN akan menunggu keputusan holding dari kementerian BUMN.

Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan BTN, Iman Nugroho Soeko mengatakan, Unit Usaha Syariah (UUS) bank BTN memang fokus di sektor pembiayaan perumahan dengan portofolio pembiayaan sekitar Rp 14 triliun.

"Untuk produk pembiayaan perumahan syariah tidak ada problem, semua sudah syariah compliance," ujar Iman pada Republika.co.id, Ahad (18/12).

Iman menuturkan, Kementerian BUMN saat ini masih melakukan kajian tentang anak perusahaan bank BUMN syariah terkait pembentukan holding bank BUMN. Sehingga belum ditentukan bank mana yang akan dijadikan syariah.

Menurut Iman, ke depannya yang perlu diperhatikan adalah mengenai strategi pengembangannya. Apakah semua anak perusahaan syariah dari bank BUMN yang digabung atau dikembangkan masing-masing terlebih dahulu. "Ini mungkin nanti yang harus dipikirkan oleh direksi holding bank BUMN dan kementerian BUMN," katanya.

Sementara itu hingga November 2016, kredit dan pembiayaan syariah BTN tumbuh sebesar 17,01 persen yoy. Pencapaian bulan tersebut terhadap target tahun ini telah mencapai sekitar  96,2 persen.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) M Gunawan Yasni mengatakan, pembentukan Bank BUMN Syariah sudah banyak diusulkan oleh banyak pihak, tidak hanya dari DSN. Menurutnya, DSN secara khusus menilai BTN tepat untuk dijadikan Bank BUMN syariah. "Karena produk KPR dan pembiayaan bunga tetap sangat mungkin dijadikan akad murabahah," katanya.

Category: Ekonomi
No Response

Leave a reply "BTN Tunggu Strategi Pengembangan Holding Bank Syariah"