Jonru : Melepas Kepergianmu, Ustadz Fadlyl Usman Baharun

0 280


jonru bersama ustadz fadlyl

Islamedia – Tak akan kulupakan kenangan itu, saat engkau mengajakku foto bareng berkali-kali, karena kau ingin hasil foto yang benar-benar sempurna. Saat engkau bercerita tentang penyakitmu dengan nada bicara yang wajar dan biasa saja, tak ada kesan mengeluh sama sekali. Saat engkau bercerita tentang ucapan orang-orang yang bertemu denganmu, “Lho, kok antum masih hidup?”

Ya, secara medis, engkau sudah divonis meninggal dunia sejak belasan tahun lalu. Sebab paru-paru kirimu sudah tidak berfungsi, dan paru-paru kananmu hanya tinggal 30 persen saja yang masih berfungsi. Secara medis, rasanya tidak mungkin jika engkau masih bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti itu.

Namun ternyata, Keajaiban Allah terjadi pada dirimu. Selama belasan tahun, engkau tetap bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti itu, bahkan sanggup mengelola Pesantren Rumah Quran yang memiliki beberapa cabang di sejumlah kota. Bahkan aktif menjabat sebagai pembina gerakan One Day One Juz yang sangat terkenal itu.

Mungkin kuatnya ibadah, atau semangat dakwahmu untuk mendidik para penghafal Al Quran, yang membuat Allah memutuskan untuk memberimu umur yang lebih panjang. Bahkan, DIA meringankan rasa sakitmu, menguatkan mentalmu, memelihara bahkan terus meningkatkan semangatmu untuk berdakwah dan beribadah.

Engkau sempat bercerita padaku, bahwa perjuanganmu dalam mendirikan Rumah Quran dimulai pada 28 November 2008 lalu. Awalnya engkau menyewa sebuah rumah sederhana di lorong gang sempit di daerah Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan jumlah awal 4 santri takhosus. Kemudian bertambah menjadi 15 santri takhosus dan beberapa mahasiswi LIPIA Jakarta.

Setelah berjalan hampir 2 tahun, Rumah Quran mewisuda 14 santri yang sudah selesai setoran 30 juz. Waktu itu, wisudanya di masjid Agung At-Tin TMII dengan disaksikan oleh 5000 an jamaah.

Setelah wisuda perdana itu, banyak permintaan dari kampus-kampus sekitar JABODETABEK untuk dibukakan Rumah Quran, termasuk dari mahasiswi IPB. Dan setelah Rumah Quran Mahasiswi IPB dimulai pada awal tahun 2011 hingga sekarang, banyak sekali mahasiswi yang berminat untuk bergabung belajar di sana.

Namun, saat ini kondisi gedung Rumah Quran di Bogor sudah tak mampu lagi menampung jumlah santri mahasiswi di sana. Para santri terpaksa berdesak-desakan dalam satu kamar yang sangat sederhana.

Untuk mengatasi kendala tersebut, engkau berkeinginan untuk membangun gedung Rumah Quran yang baru, di atas sebidang tanah, masih di dekat kampus IPB.

Kebetulan, di daerah tersebut ada sebidang tanah kosong yang sedang dijual. Engkau ingin sekali membelinya, agar bisa membangun gedung pesantren milik sendiri di atasnya. Namun, ketiadaan dana menjadi kendala utama.

* * *

Jonru Bersama Ustadz Fadlyl
Jonru Bersama Ustadz Fadlyl

Dan sore tanggal 25 April 2017 kemarin, seorang teman mengabarkan bahwa engkau telah berpulang.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku kehabisan kata-kata.

Aku mencoba mengingat-ingat. Aku baru mengenalmu sejak Desember 2016 lalu. Dan kita pun hanya bertemu tiga kali.

Namun, hanya dengan pertemuan yang teramat singkat tersebut, aku telah belajar banyak hal dari dirimu. Aku belajar tentang ketabahan hidup, tentang semangat dakwah, tentang rasa cinta kepada para penghafal Quran, bahkan tentang sejumlah ilmu fiqih dalam mengelola lembaga sosial seperti yang sekarang kujalani.

Aku ingin membantu mewujudkan impianmu untuk membangun gedung sendiri bagi Pesantren Rumah Quran. Lewat penggalangan dana yang saat ini sedang berlangsung, semoga impian tersebut bisa segera terwujud.

Selamat jalan Pak Ustadz Fadlyl Usman Baharun. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi di surgaNya. Aamiin…

NB: Bagi teman-teman yang ingin membantu mewujudkan impian almarhum Ustadz Fadlyl untuk membangun gedung yang layak bagi para santri Rumah Quran, dipersilahkan bisa berdonasi di https://kitabisa.com/rumahquranbogor

Jakarta, 26 April 2017
Jonru Ginting

[islamedia]

Category: Inspirasi
No Response

Leave a reply "Jonru : Melepas Kepergianmu, Ustadz Fadlyl Usman Baharun"