Sebut InsyaAllah, Pria Muslim Dipaksa Keluar dari Pesawat

0 152


avizora.com

Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Seorang pria Muslim diminta keluar dari pesawat karena penumpang lain mendengarnya berbicara bahasa Arab melalui ponsel. Khairuldeen Makhzoomi (26 tahun) terpaksa meninggalkan pesawat Southwest Airlines. Kejadian itu terjadi di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat pada April lalu.

Ketika itu, Makhzoomi sedang menelepon pamannya di Baghdad, Irak. Ia menceritakan kebahagiannya bisa bertanya kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon dalam jamuan makan malam sehari sebelumnya.

Sebelum menutup telepon, ia sempat mengucapkan frasa berbahasa Arab, insyaAllah atau yang berarti jika Allah menghendaki. Makhzoomi mengaku, seorang perempuan sempat menatapnya ketika menutup telepon. Ia berpikir, perempuan itu tersinggung karena ia berbicara terlalu keras.

"Seorang laki-laki datang bersama polisi dua menit kemudian. Saya tak percaya mereka begitu cepat dan menyuruh saya keluar dari pesawat," ujarnya seperti dikutip Independent, Jumat (7/10).

Seorang agen kemudian menggiringnya dan bertanya mengapa ia berbahasa Arab di tengah suasana politik saat itu. Alumnus ilmu politik itu kemudian menjelaskan bahwa ia hanya mengatakan frasa insyaAllah. Petugas kemudian menghentikan investigasi. Meski begitu, anjing detektif sempat diminta untuk mengendus barang bawaan Makhzoomi.

Makhzoomi datang ke Amerika Serikat pada 2010 sebagai pengungsi legal bersama kakak perempuannya. Ia mengaku pernah hidup di bawah rezim Saddam Hussein dan tahu apa arti diskriminasi.  "Amerika Serikat adalah tanah kemerdekaan. Semua orang menghormati hukum. Bagaimana bisa orang dipermalukan seperti ini? Itu adalah hal yang sangat mengejutkan," ujarnya.

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Sebut InsyaAllah, Pria Muslim Dipaksa Keluar dari Pesawat"